Ada beberapa cara nih buat mengatasi individu yang sedang mengidap suatu phobia. Berikut ulasannya :
1. Hypnotheraphy : Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk
menghilangkan phobia.
2. Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri
kepada ular, disuruh memegang ular dan ular dikalungkan ke lehernya, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3. Desentisisasi Sistematis: Dilakukan exposure bersifat ringan. Si
penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada
ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing
lucu dan jinak.
4. Abreaksi: Si
penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk
melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian
dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat
perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan
dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat
bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman
traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing: Penderita
phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si
penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak
takut lagi pada phobia-nya.
Dengan hipnoterapi, Anda akan dibimbing untuk menemukan penyebab
fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia
tersebut. Dengan pemahaman yang baru mengenai peristiwa traumatis tersebut,
maka fobia akan sembuh seketika dan tidak kambuh dalam waktu yang sangat lama
atau bahkan selamanya.Banyak penderita fobia yang enggan pergi ke para ahli
untuk mengikuti terapi karena takut harus bersinggungan dengan obyek yang
ditakuti. Namun Anda perlu tahu bahwa dalam hipnoterapi Anda tidak akan diminta
berhadapan dengan obyek yang Anda takuti kalau Anda masih merasa takut. Anda
tidak akan "dipaksa" untuk melawan rasa takut.
6.
Konseling untuk Fobia
a.
Psikoterapi: Dalam pendekatan ini, dokter Anda akan membantu Anda mengenali
penyebab utama fobia-fobia Anda dan menganalisisnya untuk Anda. Penting diingat
bahwa teknik-teknik psikologi untuk mengatasi gangguan-gangguan fobia efektif
hanya jika Anda mudah menerima metode-metode pengobatan ini. Jika tidak, bahkan
setelah konflik di dalam diri Anda dikenali dan dianalisis, Anda tetap diliputi
gejala-gejala fobia tersebut.
b.
Terapi Perilaku: Dokter Anda pertama-tama akan mulai dengan suatu
penyebab yang mungkin menimbulkan paling sedikit gejala dan menggabungkan
bayangan ini dengan bayangan yang dihubungkan dengan perasaan-perasaan yang
menyenangkan. Jika perasaan-perasaan ini kuat maka kecemasan Anda dapat
ditekan. Dokter Anda mungkin juga akan memberi resep obat penenang selama
jangka pendek, dan mengajari Anda metode-metode sederhana tentang relaksasi
otot yang dapat Anda lakukan jika Anda dihadapkan pada situasi-situasi fobia.
Sekali Anda “tidak peka” lagi pada fobia ini maka dokter Anda akan mengulangi latihan ini dengan bayangan-bayangan fobia berturut-turut, dengan lambat laun berpindah dari bayangan yang menimbulkan gejala paling sedikit keara bayangan yang menimbulkan gejala yang paling hebat. Teknik perilaku lain yang berhasil dipraktekkan adalah menghadapkan Anda secara intensif pada penyebab fobia itu atau bayangannya, selama Anda mampu mentolerir kecemasan Anda, sampai rasa takut itu hilang.
Sekali Anda “tidak peka” lagi pada fobia ini maka dokter Anda akan mengulangi latihan ini dengan bayangan-bayangan fobia berturut-turut, dengan lambat laun berpindah dari bayangan yang menimbulkan gejala paling sedikit keara bayangan yang menimbulkan gejala yang paling hebat. Teknik perilaku lain yang berhasil dipraktekkan adalah menghadapkan Anda secara intensif pada penyebab fobia itu atau bayangannya, selama Anda mampu mentolerir kecemasan Anda, sampai rasa takut itu hilang.
c.
Obat-obatan: Dokter Anda mungkin memberi obat anti depresi khususnya jika
Anda menderita agorafobia. Sebagaimana halnya dalam keadaan kecemasan, berbagai
obat-obatan dianjurkan diminum sementara waktu untuk mengatasi fobia-fobia
tersebut, agar gejala-gejalanya dapat diilangkan. Begitu kecemasan hilang,
lebih mudah untuk mengatasi konflik-konflik di dalam diri Anda itu.

d.
Terapi pendukung: Perilaku mendukung dari dokter, keluarga dan teman-teman
dapat mengurangi gejala-gejala tersebut dan menjadikan pendekatan pengobatan
lebih efektif. Penting untuk diingat bahwa semakin Anda menghindari hal-hal
yang Anda takuti, semakin intensif ketakutan itu terjadi. Terapi pendukung
dapat dapat membantu Anda menumbuhkan keyakinan diri Anda untuk menghadapi
ketakutan-ketakutan Anda itu selama jangka waktu tertentu.
Lepas
dari penyebab kecemasan, Anda dapat mengendalikan gejala-gejala dengan bersikap
positif terhadap kehidupan dan mengembangkan latihan-latihan teknik-teknik
relaksasi yang rutin dan teratur seperti meditasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar