Contoh fobia yang dibahas dalam film itu.....
1. Love Phobia
Sebuah film yang mengisahkan kisah cinta sepasang remaja korea. Sang pemuda (Jo Kang) telah jatuh cinta sejak pandangan pertama dengan seorang gadis aneh (Ari Dong) yang duduk sebangku dengannya di sekolah dasar. Tapi gadis itu selalu berusaha untuk menjauhi orang-orang disekitarnya dengan mengatakan bahwa dia adalah makhluk luar angkasa yang dikirim ke bumi dan membawa kutukan. Siapa saja yang bersentuhan dengannya akan mengalami nasib sial dan kecelakaan. Hal ini membuat orang-orang di sekitarnya takut dan menjauhi gadis itu, kecuali Jo Kang yang selalu menemaninya. Saat beranjak dewasa mereka kembali bertemu dan pemuda itu tetap berusaha untuk menunjukkan perasaannya, dia tahu si gadis juga mencintainya, tapi selalu berusaha menghindar dengan alasan-alasan yang dianggapnya tidak masuk akal. Kisah ini mengalir hingga kemudian tiba-tiba Ari menghilang dari kehidupan Jo Kang. Dengan segala upaya Jo Kang terus mencari, saat hampir putus asa tanpa sengaja mereka kembali dipertemukan, namun semua telah berbeda...
Ingin tau penyebabnya, maka Jo Kang mencari informasi tentang latar belakang Ari, dan mendapat kenyataan yang sangat mengejutkan. Ari, gadis yang dicintainya ternyata tertular AIDS sejak berumur 5 tahun ketika kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sejak tahu itu Ari menghindari bersentuhan dengan orang lain karena takut akan menularkan penyakitnya. Alasan ini pula yang membuatnya menghindari Jo Kang walaupun dia tahu begitu mencintainya...
2. Phobia (2012)
Cerita ini mengikuti kehidupan dan pikiran muda , " Kat " , seorang gadis psikotik dengan bakat untuk membunuh dan dia telah dia bertujuan set pada setan akhir nya , kelinci .
Memiliki Phobia kelinci telah menuntunnya menyusuri jalan dari kedengkian dan setelah menyerah takut terlalu lama , dia memutuskan untuk mengambil ketakutannya sekali dan untuk semua . Tapi sebelum dia bisa menghadapi musuh dan antagonis , dia akan harus bekerja perjalanan untuk tugas itu dengan doning kostum kelinci , dipersenjatai dengan wortel sebagai senjata dan merangkul setan nya ; sambil membunuh remaja yang tidak bersalah dalam proses.
3. You Can't Escape Phobia
Jonathan MacKinlay ( Jefferson ) adalah orang terperangkap di dalam rumahnya oleh pikirannya sendiri . Menderita agoraphobia , yang disebabkan oleh kecelakaan mobil yang membawa kehidupan istrinya ; keberadaannya telah direduksi menjadi pengulangan monoton dari hari identik . Sebagai takut dan membenci diri sendiri Meningkat nya , sebuah serangan dari visi mengerikan dan memutar , bangun mimpi buruk mulai menggerogoti jauh di secuilpun terakhirnya kewarasan . Apakah ini visi mengerikan imajiner , setan pribadi ... atau dia menjadi korban oleh entitas yang sangat nyata teror tak terbatas dan kejahatan yang tak terkatakan ?
4. PHOBIA
Pada tahun 1885 , seorang dokter wanita membantu sekelompok orang dengan fobia mereka menjadi terlibat dalam misteri pembunuhan sekitar pasien yang mungkin atau mungkin tidak menjadi vampir
5. Fobia Publik
Film ini menceritakan tentang fobia berbicara di depan umum yang merupaka fobia yang paling umum. Manusia sejak dahulu bergantung dengan perasaan untuk diterima, dan perasaan ditolak dalam sosial sudah sangat tertanam dalam diri manusia. Film ini menceritakan Kathleen Labarr yang mengalami fobia berbicara di depan umum ketika ia berada di podium gereja, perasaan yang dialaminya ia merasa ketakutan dengan wajah orang-orang yang melihat, dengan kecemasan apakah penampilannya baik, suaranya baik, dan berbagai kecemasan lain.
Untuk mengatasi fobianya Kathleen melakukan terapi dengan Denis Becker di Boston yang menggunakan terapi perilakuan yang memperlunak dampak kecemasan pada fobia nyata. Dalam terapinya terapis ini menggunakan perangkat kepala simulasi, dengan alat virtual ini Kathleen mencoba berpidato menggunakan alat yang terpasang di matanya yang menampilkan simulasi dari orang-orang yang menyaksikannya berpidato. Dengan alat ini terapis dapat mengontrol suasana dalam simulasi dan memberikan reward yang datang dari penonton dalam simulasi virtual. Walau dapat sedikit menurunkan fobianya saat simulasi, namun ketika dalam situasi nyata hasilnya belum terlalu terlihat.
6. Fobia Roler Coaster
Dalam film ini menceritakan Beth Smith, seorang ibu yang sangat membenci sensasi yang ia dapatkan ketika ia menaiki roller coaster, sementara anaknya Jake justru sangat menyukainya. Terakhir kali mereka bersama menaiki roller coaster, perilaku yang diperlihatkan Beth adalah sesak napas, dan berteriak histeris baik saat di roller coaster dan setelah turun. Hingga saat itu Beth tidak lagi mau menaiki roller coaster.
Di Orlando psikolog klinis, Dr. Mike Otto memeakai terapi perilaku untuk merubah perilaku phobia pada roller coaster hanya dalam 1 jam untuk mengubah cara mereka berpikir. Cara yang ia lakukan adalah memberikan penjelasan dan meyakinkan kepada kliennya sensasi fisik yang dirasakan saat menaiki roller coaster tidak perlu negatif. Selain itu agar mereka juga dapat menikmati sensasi itu dan lebih nyaman, sehingga adanya rasa kehabisan napas dan lainnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan, tapi mencoba berpikir lain bahwa hal itu juga merupakan sumber keceriaan.
Setelah melakukan kegiatan terapi perilakuan dengan menaiki roller coaster yang membuatnya fobia. Perasaan yang dialami beth sudah mulai berubah, meskipun masih belum 100% mengubah fobia menjadi keceriaan. Dan dengan usahanya dan terapi yang singkat itu paling tidak dia tidak ketakutan lagi.
7. Fobia Terbang
Film ini dimulai dengan penjelasan bahwa orang fobia mungkin biasa menghindari hal yang membuatnya fobia untuk mengatasi ketakutannya. Namun, hal tersebut bisa jadi berdampak besar pada hidup mereka. Seperti yang terjadi pada Diane Lindbald yang mengalami fobia terbang, meskipun ia berasal dari Seattle, namun sudah 3 tahun ia tinggal di Irlandia Utara. Ketakutannya pada terbang yang sangat ekstrim membuatnya tidak berani pulang untuk bertemu keluarganya di Seattle dan bertahan selama 3 tahun di Irlandia Utara yang terpisahkan samudra yang amat jauh. Keadaan tersebut membuat dampak psikologis yang kurang menyenangkan bagi Diane dan keluarganya.
Karena berkeinginan untuk pulang Diane memutuskan mengambil kursus takut terbang, agar dia tidak takut lagi terbang dan bisa pulang. Kursus itu berada di Manchester yang berada di Inggris jauh dari Irlandia utara, namun Diane tidak mau menaiki pesawat dan memilih menaiki kereta dari Irlandia Utara ke Dublin, irlandia. Dan dari Dublin naik feri ke tanah britania dan menuju Manchester dan membutuhkan 8 hingga 10 jam, dibanding terbang yang hanya butuh 50 menit.
Ketika di dalam pesawat, pemberian efek flooding dengan terbang langsung, kapten pesawat memberikan langsung terapinya untuk merilekskan dan meyakinkan serta mendukung peserta agar berani untuk terbang. Setelah setengah jam perjalanan mereka turun lagi. Namun secara drastis belum mengurangi fobianya pada terbang. Tetapi paling tidak dapat menjadi awal walaupun belum sepenuhnya ia dapat melawan fobianya untuk dapat bertemu keluarganya kembali.
8. Fobia Tikus
Film ini menceritakan Kristeen Keeler di Norfolk Inggris yang amat takut pada tikus. Hal itu sangat mengganggu bagi Christine, artinya ia harus sangat hati-hati dalam memperlakukan perabot rumahnya meskipun hanya ditemui kotoran tikus pun. Bahkan ia tidak mampu mengetik dan menulis kata tikus.
Namun ketakutannya pada tikus diimbangi pada kecintaaanya pada merpati. Karena hal itu ia dipertemukan dengan seorang yang mengalami fobia pada bulu dan burung dalam sebuah riset, dan mereka saling bertukar pengalaman akan fobianya. Studi yang dilakukan pada mereka berdua melihat apa yang terjadi pada otak ketika mereka mengalami fobia. Mereka dimasukkan dalam alat pemindai dan diberikan gambar-gambar benda yang menjadi fobia mereka. Hasilnya yang dilihat pada Christine, reaksi takut normal melibatkan amygdala, namun ketika dihadapkan pada fobianya yaitu tikus yang bereaksi adalah hipokampus bagian yang memproses ingatan emosi. Atas penemuan itu ingatan Christine kembali pada sumber awal ia mengalami fobia itu adalah saat ibunya tidak sengaja memasak tikus dalam oven.
Dan pada akhirnya Christine pun menjalani terapi perilaku, dengan menulis kata tikus sebanyak-banyaknya, melihat gambar tikus, lalu menghadapinya secara nyata dan akhirnya kini ia sembuh. Dan ketika ia sembuh otaknya dipindai lagi dan hasilnya tak ada perubahan hipokampus saat ia melihat gambar tikus dan tak ada tanda ketakutan pada otaknya
9. NECROFOBIA



















