Jumat, 23 Oktober 2015

Suka film? Pengen liat film yang berbau Psikologi? Baca nihhh...

Contoh fobia yang dibahas dalam film itu.....


1. Love Phobia


Sebuah film yang mengisahkan kisah cinta sepasang remaja korea. Sang pemuda (Jo Kang) telah jatuh cinta sejak pandangan pertama dengan seorang gadis aneh (Ari Dong) yang duduk sebangku dengannya di sekolah dasar. Tapi gadis itu selalu berusaha untuk menjauhi orang-orang disekitarnya dengan mengatakan bahwa dia adalah makhluk luar angkasa yang dikirim ke bumi dan membawa kutukan. Siapa saja yang bersentuhan dengannya akan mengalami nasib sial dan kecelakaan. Hal ini membuat orang-orang di sekitarnya takut dan menjauhi gadis itu, kecuali Jo Kang yang selalu menemaninya. Saat beranjak dewasa mereka kembali bertemu dan pemuda itu tetap berusaha untuk menunjukkan perasaannya, dia tahu si gadis juga mencintainya, tapi selalu berusaha menghindar dengan alasan-alasan yang dianggapnya tidak masuk akal. Kisah ini mengalir hingga kemudian tiba-tiba Ari menghilang dari kehidupan Jo Kang. Dengan segala upaya Jo Kang terus mencari, saat hampir putus asa tanpa sengaja mereka kembali dipertemukan, namun semua telah berbeda...
Ingin tau penyebabnya, maka Jo Kang mencari informasi tentang latar belakang Ari, dan mendapat kenyataan yang sangat mengejutkan. Ari, gadis yang dicintainya ternyata tertular AIDS sejak berumur 5 tahun ketika kedua orang tuanya meninggal dalam sebuah kecelakaan. Sejak tahu itu Ari menghindari bersentuhan dengan orang lain karena takut akan menularkan penyakitnya. Alasan ini pula yang membuatnya menghindari Jo Kang walaupun dia tahu begitu mencintainya...

2. Phobia (2012)


Cerita ini mengikuti kehidupan dan pikiran muda , " Kat " , seorang gadis psikotik dengan bakat untuk membunuh dan dia telah dia bertujuan set pada setan akhir nya , kelinci . 
Memiliki Phobia kelinci telah menuntunnya menyusuri jalan dari kedengkian dan setelah menyerah takut terlalu lama , dia memutuskan untuk mengambil ketakutannya sekali dan untuk semua . Tapi sebelum dia bisa menghadapi musuh dan antagonis , dia akan harus bekerja perjalanan untuk tugas itu dengan doning kostum kelinci , dipersenjatai dengan wortel sebagai senjata dan merangkul setan nya ; sambil membunuh remaja yang tidak bersalah dalam proses.

3. You Can't Escape Phobia 


Jonathan MacKinlay ( Jefferson ) adalah orang terperangkap di dalam rumahnya oleh pikirannya sendiri . Menderita agoraphobia , yang disebabkan oleh kecelakaan mobil yang membawa kehidupan istrinya ; keberadaannya telah direduksi menjadi pengulangan monoton dari hari identik . Sebagai takut dan membenci diri sendiri Meningkat nya , sebuah serangan dari visi mengerikan dan memutar , bangun mimpi buruk mulai menggerogoti jauh di secuilpun terakhirnya kewarasan . Apakah ini visi mengerikan imajiner , setan pribadi ... atau dia menjadi korban oleh entitas yang sangat nyata teror tak terbatas dan kejahatan yang tak terkatakan ?

4. PHOBIA


Pada tahun 1885 , seorang dokter wanita membantu sekelompok orang dengan fobia mereka menjadi terlibat dalam misteri pembunuhan sekitar pasien yang mungkin atau mungkin tidak menjadi vampir 

5. Fobia Publik

Film ini menceritakan tentang fobia berbicara di depan umum yang merupaka fobia yang paling umum. Manusia sejak dahulu bergantung dengan perasaan untuk diterima, dan perasaan ditolak dalam sosial sudah sangat tertanam dalam diri manusia. Film ini menceritakan Kathleen Labarr yang mengalami fobia berbicara di depan umum ketika ia berada di podium gereja, perasaan yang dialaminya ia merasa ketakutan dengan wajah orang-orang yang melihat, dengan kecemasan apakah penampilannya baik, suaranya baik, dan berbagai kecemasan lain.
Untuk mengatasi fobianya Kathleen melakukan terapi dengan Denis Becker di Boston yang menggunakan terapi perilakuan yang memperlunak dampak kecemasan pada fobia nyata. Dalam terapinya terapis ini menggunakan perangkat kepala simulasi, dengan alat virtual ini Kathleen mencoba berpidato menggunakan alat yang terpasang di matanya yang menampilkan simulasi dari orang-orang yang menyaksikannya berpidato. Dengan alat ini terapis dapat mengontrol suasana dalam simulasi dan memberikan reward yang datang dari penonton dalam simulasi virtual. Walau dapat sedikit menurunkan fobianya saat simulasi, namun ketika dalam situasi nyata hasilnya belum terlalu terlihat.

6. Fobia Roler Coaster

Dalam film ini menceritakan Beth Smith, seorang ibu yang sangat membenci sensasi yang ia dapatkan ketika ia menaiki roller coaster, sementara anaknya Jake justru sangat menyukainya. Terakhir kali mereka bersama menaiki roller coaster, perilaku yang diperlihatkan Beth adalah sesak napas, dan berteriak histeris baik saat di roller coaster dan setelah turun. Hingga saat itu Beth tidak lagi mau menaiki roller coaster.
Di Orlando psikolog klinis, Dr. Mike Otto memeakai terapi perilaku untuk merubah perilaku phobia pada roller coaster hanya dalam 1 jam untuk mengubah cara mereka berpikir. Cara yang ia lakukan adalah memberikan penjelasan dan meyakinkan kepada kliennya sensasi fisik yang dirasakan saat menaiki roller coaster tidak perlu negatif. Selain itu agar mereka juga dapat menikmati sensasi itu dan lebih nyaman, sehingga adanya rasa kehabisan napas dan lainnya tidak dianggap sebagai sesuatu yang membahayakan, tapi mencoba berpikir lain bahwa hal itu juga merupakan sumber keceriaan.
Setelah melakukan kegiatan terapi perilakuan dengan menaiki roller coaster yang membuatnya fobia. Perasaan yang dialami beth sudah mulai berubah, meskipun masih belum 100% mengubah fobia menjadi keceriaan. Dan dengan usahanya dan terapi yang singkat itu paling tidak dia tidak ketakutan lagi.

7. Fobia Terbang

Film ini dimulai dengan penjelasan bahwa orang fobia mungkin biasa menghindari hal yang membuatnya fobia untuk mengatasi ketakutannya. Namun, hal tersebut bisa jadi berdampak besar pada hidup mereka. Seperti yang terjadi pada Diane Lindbald yang mengalami fobia terbang, meskipun ia berasal dari Seattle, namun sudah 3 tahun ia tinggal di Irlandia Utara. Ketakutannya pada terbang yang sangat ekstrim membuatnya tidak berani pulang untuk bertemu keluarganya di Seattle dan bertahan selama 3 tahun di Irlandia Utara yang terpisahkan samudra yang amat jauh. Keadaan tersebut membuat dampak psikologis yang kurang menyenangkan bagi Diane dan keluarganya.
Karena berkeinginan untuk pulang Diane memutuskan mengambil kursus takut terbang, agar dia tidak takut lagi terbang dan bisa pulang. Kursus itu berada di Manchester yang berada di Inggris jauh dari Irlandia utara, namun Diane tidak mau menaiki pesawat dan memilih menaiki kereta dari Irlandia Utara ke Dublin, irlandia. Dan dari Dublin naik feri ke tanah britania dan menuju Manchester dan membutuhkan 8 hingga 10 jam, dibanding terbang yang hanya butuh 50 menit.
Ketika di dalam pesawat, pemberian efek flooding dengan terbang langsung, kapten pesawat memberikan langsung terapinya untuk merilekskan dan meyakinkan serta mendukung peserta agar berani untuk terbang. Setelah setengah jam perjalanan mereka turun lagi. Namun secara drastis belum mengurangi fobianya pada terbang. Tetapi paling tidak dapat menjadi awal walaupun belum sepenuhnya ia dapat melawan fobianya untuk dapat bertemu keluarganya kembali.

8. Fobia Tikus

Film ini menceritakan Kristeen Keeler di Norfolk Inggris yang amat takut pada tikus. Hal itu sangat mengganggu bagi Christine, artinya ia harus sangat hati-hati dalam memperlakukan perabot rumahnya meskipun hanya ditemui kotoran tikus pun. Bahkan ia tidak mampu mengetik dan menulis kata tikus.
Namun ketakutannya pada tikus diimbangi pada kecintaaanya pada merpati. Karena hal itu ia dipertemukan dengan seorang yang mengalami fobia pada bulu dan burung dalam sebuah riset, dan mereka saling bertukar pengalaman akan fobianya. Studi yang dilakukan pada mereka berdua melihat apa yang terjadi pada otak ketika mereka mengalami fobia. Mereka dimasukkan dalam alat pemindai dan diberikan gambar-gambar benda yang menjadi fobia mereka. Hasilnya yang dilihat pada Christine, reaksi takut normal melibatkan amygdala, namun ketika dihadapkan pada fobianya yaitu tikus yang bereaksi adalah hipokampus bagian yang memproses ingatan emosi. Atas penemuan itu ingatan Christine kembali pada sumber awal ia mengalami fobia itu adalah saat ibunya tidak sengaja memasak tikus dalam oven.
Dan pada akhirnya Christine pun menjalani terapi perilaku, dengan menulis kata tikus sebanyak-banyaknya, melihat gambar tikus, lalu menghadapinya secara nyata dan akhirnya kini ia sembuh. Dan ketika ia sembuh otaknya dipindai lagi dan hasilnya tak ada perubahan hipokampus saat ia melihat gambar tikus dan tak ada tanda ketakutan pada otaknya

9. NECROFOBIA

Seorang pria yang menderita fobia kematian melihat dirinya setiap hari menjadi mimpi buruk dihuni dengan halusinasi .

Ada beberapa cara untuk mengatasi Fobia

Ada beberapa cara nih buat mengatasi individu yang sedang mengidap suatu phobia. Berikut ulasannya :

1. Hypnotheraphy : Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.

2. Flooding: Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada ular, disuruh memegang ular dan ular dikalungkan ke lehernya, sampai ia tidak ketakutan lagi.

3. Desentisisasi Sistematis: Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.

4. Abreaksi: Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.

5. Reframing: Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.
Dengan hipnoterapi, Anda akan dibimbing untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia tersebut. Dengan pemahaman yang baru mengenai peristiwa traumatis tersebut, maka fobia akan sembuh seketika dan tidak kambuh dalam waktu yang sangat lama atau bahkan selamanya.Banyak penderita fobia yang enggan pergi ke para ahli untuk mengikuti terapi karena takut harus bersinggungan dengan obyek yang ditakuti. Namun Anda perlu tahu bahwa dalam hipnoterapi Anda tidak akan diminta berhadapan dengan obyek yang Anda takuti kalau Anda masih merasa takut. Anda tidak akan "dipaksa" untuk melawan rasa takut.

6. Konseling untuk Fobia
a. Psikoterapi: Dalam pendekatan ini, dokter Anda akan membantu Anda mengenali penyebab utama fobia-fobia Anda dan menganalisisnya untuk Anda. Penting diingat bahwa teknik-teknik psikologi untuk mengatasi gangguan-gangguan fobia efektif hanya jika Anda mudah menerima metode-metode pengobatan ini. Jika tidak, bahkan setelah konflik di dalam diri Anda dikenali dan dianalisis, Anda tetap diliputi gejala-gejala fobia tersebut.

b. Terapi Perilaku: Dokter Anda pertama-tama akan mulai dengan suatu penyebab yang mungkin menimbulkan paling sedikit gejala dan menggabungkan bayangan ini dengan bayangan yang dihubungkan dengan perasaan-perasaan yang menyenangkan. Jika perasaan-perasaan ini kuat maka kecemasan Anda dapat ditekan. Dokter Anda mungkin juga akan memberi resep obat penenang selama jangka pendek, dan mengajari Anda metode-metode sederhana tentang relaksasi otot yang dapat Anda lakukan jika Anda dihadapkan pada situasi-situasi fobia. 
         Sekali Anda “tidak peka” lagi pada fobia ini maka dokter Anda akan mengulangi latihan ini dengan bayangan-bayangan fobia berturut-turut, dengan lambat laun berpindah dari bayangan yang menimbulkan gejala paling sedikit keara bayangan yang menimbulkan gejala yang paling hebat. Teknik perilaku lain yang berhasil dipraktekkan adalah menghadapkan Anda secara intensif pada penyebab fobia itu atau bayangannya, selama Anda mampu mentolerir kecemasan Anda, sampai rasa takut itu hilang.



c. Obat-obatan: Dokter Anda mungkin memberi obat anti depresi khususnya jika Anda menderita agorafobia. Sebagaimana halnya dalam keadaan kecemasan, berbagai obat-obatan dianjurkan diminum sementara waktu untuk mengatasi fobia-fobia tersebut, agar gejala-gejalanya dapat diilangkan. Begitu kecemasan hilang, lebih mudah untuk mengatasi konflik-konflik di dalam diri Anda itu.

d. Terapi pendukung: Perilaku mendukung dari dokter, keluarga dan teman-teman dapat mengurangi gejala-gejala tersebut dan menjadikan pendekatan pengobatan lebih efektif. Penting untuk diingat bahwa semakin Anda menghindari hal-hal yang Anda takuti, semakin intensif ketakutan itu terjadi. Terapi pendukung dapat dapat membantu Anda menumbuhkan keyakinan diri Anda untuk menghadapi ketakutan-ketakutan Anda itu selama jangka waktu tertentu.
Lepas dari penyebab kecemasan, Anda dapat mengendalikan gejala-gejala dengan bersikap positif terhadap kehidupan dan mengembangkan latihan-latihan teknik-teknik relaksasi yang rutin dan teratur seperti meditasi.

Kamis, 22 Oktober 2015

Wah..ada phobia unik nih yang dimilikin sama orang penting di dunia, penasaran? baca buruaan

1. Oprah Winfrey (Takut Permen Karet)


Oprah memiliki fobia besar pada permen karet. Ini bermula pada usia dini, ketika neneknya mengumpulkan permen karet dan menyimpannya di lemari. Oprah begitu muak dengan hal itu dan menyebabkan dia menjadi takut permen karet selama sisa hidupnya. Suatu kali, katanya, ia melemparkan piring karena ada permen karet di atasnya.

2. Woody Allen, Panophobia (Takut Banyak Hal)


Woody Allen termasuk orang yang mengalami fobia ektrim. Aktor dan penulis skenario berusia 74 tahun ini memiliki fobia yang cukup banyak. Ia takut ketinggian, ruang tertutup, serangga, dan kekhawatiran melebihi orang normal. Ia juga takut warna-warna cerah, binatang, lift dan selai kacang yang menempel di langit-langit mulutnya. serta meminta pisang dipotong tujuh, sebelum dimasukkan ke dalam sereal setiap pagi.

3. Richard Nixon, Nosocomephobia (Takut Rumah Sakit)

Presiden Amerika Serikat ke-34 yang terkenal dengan skandal Watergate ini, tersugesti bahwa setelah masuk ke rumah sakit, tidak akan pernah keluar dalam keadaan hidup. Pada 1974, ia menderita pembekuan darah dan menolak dibawa ke rumah sakit. Namun, ketika diberitahu bahwa jika ia tidak pergi, ia akan mati, Nixon pun menurut. Ketakutan ini cukup umum terjadi, banyak yang takut pada rumah sakit karena alasan serupa.

4. Natalie Wood, Hydrophobia (Takut Air)


Aktris yang dikenal dalam film Miracle on 34th Street dan West Side Story ini takut dengan air, khususnya berada di dalam air. Meskipun tidak diketahui kapan mulanya, kabar yang beredar menyebut fobia itu terjadi sejak sang ibu menipunya untuk berdiri di atas sebuah jembatan untuk adegan sebuah film. Jembatan itu sengaja dibuat rapuh agar Natalie terjatuh ke dalam air. Ironisnya, ia meninggal karena tenggelam suatu malam setelah jatuh dari kapal pesiar.

5. Sigmund Freud (Takut Senjata Dan Pakis)


Sigmund Freud, seorang neurolog psikoanalis yang mendirikan sekolah psikiatri dan menciptakan banyak perubahan pada teori psikolgi dunia, takut dengan senjata dan pakis. Ia sering mengatakan bahwa ketakutan dengan senjata adalah tanda keterbelakangan seksual dan kematangan emosional. Juga, adalah umum bagi orang untuk takut senjata. Sedangkan takut pada tumbuhan pakis adalah hal yang sangat tidak umum. Sulit untuk tahu mengapa hal itu bisa terjadi.

6. George Washington, Taphephobia (Takut Dikubur Hidup-hidup)


Presiden pertama Amerika Serikat ini memang terlihat gagah berani. Ia memimpin pasukan dan mempertaruhkan hidupnya untuk orang lain. Dia memiliki ketakutan yang sangat serius pada penguburan prematur. Ketakutan ini tertulis jelas di ranjang kematiannya, 1799. Ia membuat pernyataan resmi bahwa tubuhnya baru boleh dikubur dua hari setelah kematiannya. Ia khawatir tubuhnya masih hidup saat dikubur. Taphephobia adalah fobia yang cukup umum dialami masyarakat Amerika pada abad ke-16 dan 17.

7. Alfred Hitchcock, Ovophobia (Takut Telur)

Alfred Hitchcock, seorang sutradara dan produser yang memproduksi film-film horor ternyata memiliki ketakutan ekstrim dengan telur. Dia mengatakan bahwa telur menjijikkan dan belum pernah mencicipi telur sepanjang hidupnya. Ia pun menolak untuk berada di dekat telur. Menurutnya tidak ada yang lebih menjijikkan daripada melihat sesuatu yang bundar, putih tanpa lubang, dan berisi cairan kuning.



Senin, 19 Oktober 2015

Penyebab Fobia?? Simak yukk

Menurut Bagby dan Shafer (19) dalam Elida Prayitno (2009:14) mengemukakan penyebab penderitaan fobia yaitu :

1. Pengalaman yang menyakitkan atau menakutkan akan menimbulkan pengalaman traumatik. Pengalaman yang sangat menyakitkan atau menakutkan yang menimbulkan trauma itu, biasanya dialami pada masa kanak-kanak. Misalnya pengalaman traumatik yang berkaitan dengan hal-hal yang memalukan atau peristiwa yang terlarang. Oleh karena itu penderita menghindari pikiran atau ingatan berkenaan dengan peristiwa yang sangat memalukan itu dan tidak ingin diketahui oleh orang lain. Pikiran atau ingatan yang memalukan itu disingkirkan oleh penderita dari kesadarannya dengan menekannya kealam bawah sadarnya, sehingga dia lupa.

2. Fobia muncul karena perasaan bersalah atau berdosa yang sangat tinggi. Situasi yang memalukan dicegah agar situasi itu tidak muncul dlam kesadaran. Namun ketakutan atau fobia tidak akan muncul jika penderita memiliki memiliki hubungan  yang harmonis, bahagia, aman dan damai dengan orang tua  semasa kanak-kanak dan setelah berkeluarga dan menikah.

3. Fobia terhadap objek tertentu dapat menyebabkan pobia terhadap objek lain. Dengan kata lain fobia dapat merembet kepada ketakutan kepada objek lainya.


4. Selain itu salah satu penyebab fobia adalah Imajinasi yang berlebihan dapat juga menyebabkan phobia.

PHOBIA and HUMAN

Banyak banget deh jenis-jenis phobia yang dimiliki sama setiap orang di dunia ini, bahkan mungkin ada yang belum ketulis disini, yok baca jangan-jangan ada salah satu phobia kamu disini  :

Takut Air                                – Hydrophobia,
Takut Agama                        – Theologicophobia,
Takut Alat Kelamin              – Kolpophobia,
Takut Aliran Udara              – Aerophobia,
Takut Alkohol                       – Potophobia,
Takut Amnesia                     – Amnesiphobia,
Takut Angin                          – Ancraophobia,
Takut Angka                         – Arithmophobia,
Takut Angka 13                    - Triskaidekaphobia,
Takut Angka 8                      – Octophobia,
Takut Anjing                         – Cynophobia,
Takut Anus                           – Rectophobia,
Takut Api                               – Arsonphobia,
Takut Awan                           – Nephophobia,
Takut Badut                          – Coulrophobia,
Takut Bangunan Tinggi        – Batophobia,
Takut Bapak Tiri                   – Vitricophobia,
Takut Batu Nisan                 – Placophobia, ,
Takut Bayangan                  – Sciaphobia,
Takut Bebas                          – Eleutherophobia,
Takut Berbicara                    – Laliophobia,
Takut Bercinta                      – Malaxophobia,
Takut Bercinta                      – Sarmassophobia,
Takut Berdosa                      – Hamartophobia,
Takut Berfikir                        – Phronemophobia,
Takut Berita Baik                  – Euphobia,
Takut Berjalan                      – Stasibasiphobia,
Takut Berjanji                        – Enissophobia,
Takut Bersenggama            – Coitophobia,
Takut Bertanggung Jawab   – Hypegiaphobia,
Takut Binatang                     – Zoophobia.
Takut Binatang Liar              – Agrizoophobia,
Takut Binatang Melata        – Herpetophobia,
Takut Boneka                       – Pediophobia,
Takut Boneka Bersuara Perut – Automatonophobia
Takut Cahaya                       – Photophobia,
Takut Cemburu                    – Zelophobia,
Takut Cermin                        – Catoptrophobia,
Takut Dagu                           – Geniophobia,
Takut Demam                       – Febriphobia,
Takut Demam                       – Fibriophobia,
Takut dengan Seks             – Erotophobia,
Takut di Hipnotis                  – Hynophobia,
Takut Di pandang                – Opthalmophobia,
Takut Diabaikan                   – Athazagoraphobia,
Takut Dibatasi                      – Merinthophobia,
Takut Dibenci                       – Melophobia, 
Takut Dingin                         – Cheimaphobia,
Takut Dingin                         – Psychrophobia,
Takut Diracun                       – Toxicophobia,
Takut Dirampok                    – Harpaxophobia,
Takut Disentuh                    – Haphephobia,
Takut Disuntik                      – Trypanophobia,
Takut Ditatap                        – Scopophobia,
Takut Ditertawakan             – Catagelophobia,
Takut Ditinggal Sendiri       – Eremophobia,
Takut Gagal                          – Atychiphobia,
Takut Gagap                         – Psellismophobia,
Takut Gelap                          – Achluophobia,
Takut Hamil                           – Tocophobia,
Takut Hantu                          – Bogyphobia,
Takut Hukuman                   – Poinephobia,
Takut Jadi Gila                     – Lysssophobia,
Takut Jadi Homoseks          – Homophobia,
Takut Jatuh Cinta                – Philophobia,
Takut Jelek                            – Cacophobia,
Takut Jomblo                        – Anuptaphobia,
Takut Kalah                          – Kakorrhaphiophobia,
Takut Kecelakaan                – Dystychiphobia,
Takut Kegelapan                 – Myctophobia,
Takut Keramaian                 – Agoraphobia,
Takut Kesakitan                   – Agliophobia,
Takut Ketinggian                 – Altophobia,
Takut Ular                              – Ophidiophobia,


Minggu, 18 Oktober 2015

3 bentuk phobia/fobia nih gaes, check it out..

Phobia dapat dikelompokan secara garis besar dalam tiga bagian, yaitu :
1. Fobia sederhana

Ketakutan yang tidak rasional pada objek-objek dinamakan fobia sederhana. Biasanya terjadi pada masa bayi dan balita, yang merupakan tahap pertumbuhan dan tahap perkembangan. Fobia sederhana mungkin bertahan samapai kehidupan dewasa dan mungkin muncul kembali setelah jangka waktu tanpa adanya gejala. Menghadapi situasi fobia atau objek fobia sering mengakibatkan serangan kepanikan. Anak-anak akan  memperlihatkan kekecewaannya dengan menangis, dimarahi, mendekap sesuatu atau seseorang, karena pernyataan dari, khususnya orang dewasa, bahwa ketakutan mereka itu berlebihan atau tidak wajar. Pernyataan tersebut sering menyebabkan rasa tertekan dan sedih yang amat sangat.
Contoh fobia sederhana yaitu ketakutan atau keinginan kuat untuk menghindari suatu objek atau situasi seperti hewan tertentu, tempat-tempat yang tinggi, ruangan tertutup dan disuntik, melihat darah, dan fobia binatang.

2. Fobia sosial.

Ketakutan bertingkah laku dalam suatu tindakan yang dapat mengundang ejekan orang lain dinamakan fobia sosial. Terjadinya fobia sosial tidak sesering fobia sederhana atau agorafobia.
Contoh fobia jenis ini yaitu;
-          Merasa ketakutan apabila ia merasa terus diamati oleh orang lain
-          Memiliki kecemasan yang berlebihan setelah dikritik atau di ejek.
-          Takut dan cemas ketika bertindak memalukan didepan orang lain.

3. Agorafobia

Ketakutan berada dalam sebuah situasi dengan keadaan tidak berdaya atau dihina terutama selama mengalami kepanikan dinamakan agorafobia. Penderita agorafobia takut berada jauh dari bantuan atau dari tempat yang aman seperti misalnya rumah sendiri.
Pada tingkat ini Anda akan menjadi semakin takut meninggalkan rumah seorang diri, melakukan perjalanan atau berada dalam situasi yang tidak mungkin Anda tinggalkan cepat-cepat. Terjadi gangguan kompulsif obsesif, gangguan stress paska traumatic, fobia-fobia lain, depresi, dan sebagainya.